Universitas Islam Syekh-Yusuf Lantik 888 Wisudawan

Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Banten melantik 888 wisudawan yang terdiri 831 wisudawan strata satu dan 57 orang strata dua dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Grand Ballroom Novotel Hotel, Kota Tangerang dibagi dalam empat sesi selama dua hari yakni pagi dan sore pada tanggal 22-23 Desember 2020.Rektor UNIS Tangerang Prof. Mustofa Kamil mengatakan jika semuanya telah disiapkan sejak jauh-jauh hari dan mendapatkan izin dari berbagai pihak serta mengutamakan protokol kesehatan.

“Kami laksanakan wisuda ini dengan penuh hati-hati dan mengutamakan protokol kesehatan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan mengizinkannya. Kepada wisudawan semoga bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapat,” ujarnya. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat – Banten, Prof. Uman Suherman dalam sambutannya mengatakan mahasiswa UNIS Tangerang harus berbangga karena perbaikan kualitas terus dilakukan UNIS. 

Uman berpesan kepada wisudawan agar memberikan efek yang positif kepada lingkungan sekitar. Hal ini menjadikan wisudawan sebagai model terdidik di tengah masyarakat dan sangat diharapkan dalam membantu menyelesaikan masalah. Ketua Umum Yayasan Islam Syekh Yusuf yakni Hudaya Latuconsina mengatakan mahasiswa yang baru lulus harus memiliki cara berpikir yang berbeda dan bertindak luar biasa. Sebab pandemi saat ini telah merubah kondisi yang awalnya normal menjadi tak biasa Ada dua hal yang akan terjadi dari pandemi ini yakni meningkatnya angka kemiskinan dan bertambahnya pengangguran. Oleh karena itu wisudawan yang baru lulus dan masih segar maka harus bisa menciptakan suasan baru.

Sebab persaingan kedepan akan semakin ketat dan dibutuhkan terobosan dan lompatan dalam mencapai sesuatu, bukan dengan hanya biasa – biasa saja. “Kita siapkan diri, setelah lulus maka harus memasuki era baru yang siap dengan berbagai tantangan,” ujarnya. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Banten P.O Abbas Sunarya memberikan apresiasi kepada UNIS Tangerang yang mampu menyelenggarana kegiatan wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan. Diakuinya jika proses pembelajaran mahasiswa sejak pandemi terjadi alami kendala. Mulai dari kesiapan perangkat, SDM, sarana dan prasarana kampus hingga jaringan karena mendorong dilaksanakan sistem belajar daring.

Dari kendala tersebut, APTISI Banten bersama Jabar pada bulan Juni melakukan pertemuan dengan melibatkan semua pihak. Intinya adalah mendorong kepada Gubernur Jawa Barat dan Banten untuk bisa membantu kebutuhan dosen dan mahasiswa dalam belajar. Sebab berdasarkan hasil survei yang dilakukan untuk wilayah Jawa Barat dan Banten, pendapatan universitas alami penurunan sebesar 35 persen akibat adanya dampak ekonomi bagi keluarga. “Kini, dosen dan mahasiswa telah mendapatkan kuota untuk belajar daring dan ini sangat membantu. APTISI akan terus mendorong berbagai pihak agar proses belajar tetap berjalan lancar,” pungkasnya

Leave us a Comment